Rabu, 16 Oktober 2013

peran aktif dalam isu kewarganegaraan



Kalau bukan kita, siapa lagi ? :)



Disadari atau tidak, pemuda pemudi sekarang seakan mengabaikan makna dari nasionalisme. Bahkan anak-anak sekarang lebih senang dengan lagu pop, misalnya saja K-POP dan Band-band lainnya. Jarang dari mereka yang hafal lagu daerah, bahkan saya menjumpai anak yang belum hafal lagu Indonesia Raya.
belum lagi peristiwa yang sering terjadi antar pelajar, tawuran seakan menjadi rutinitas sehari-hari yang wajib dilakukan oleh pelajar. Banyak kita lihat di berita tentang anak dibawah umur yang mencuri dan seorang anak yang tega membunuh orang tuanya sendiri.
Dengan keadaan seperti ini, siapa yang akan bertanggung jawab
sistem pendidikan, lingkungan, atau pribadi anak tersebut yang salah ?


Bukan hanya pendidikan formal, pendidikan non formal juga sangat berpengaruh.
kita bisa terjun langsung dalam masyarakat dengan berbagai cara.
sebagai seorang mahasiswa kita dituntut untuk berfikir secara kritis dalam berbagai hal. Banyak kita jumpai unit kegiatan mahasiswa yang aktif dalam kegiatan masyarakat, sebagai seorang mahasiswa kita bisa memanfaatkan organisasi tersebut, kita bisa mendirikan organisasi yang langsung terjun kemasyarakat. Contohnya dengan adanya oerganisasi, kita membuat sebuah perpustakaan keliling, mengumpulkan para anak-anak dan mengajari mereka tentang arti sebuah nasionalisme dengan sistem bermain dan belajar. Tidak perlu setiap hari, Kita bisa mengumpulkan anak-anak setiap hari minggu atau kita bisa mengunjungi sekolah-sekolah memberikan materi tambahan yang tidak tercantum dalam kurikulum mereka, tentunya masih dengan metode bermain dan belajar, agar apa yang kita berikan berbeda dengan apa yang mereka dapatkan dari guru yang ada dikelas mereka.


Kalau kita menunggu pemerintah menangani hal ini akan sangat sulit, lebih tepatnya peran aktif masyarakat dan mahasiswa sangat diperlukan dalam pencapaian visi misi pemerintah untuk mencerdaskan bangsa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar