Kita sering mendengar kata “BHINEKA
TUNGGAL IKA” namun tak semua bisa memahami arti kata tersebut. Menurut suhandi sigit dalam buku MPR RI
(2009:181) kalimat ini ditemukan dalam kitab klasik karangan Empu Tantular “sutasoma”.
Empu tantular sendiri adalah sebutan yakni “Empu” yang artinya cendekiawan atau
pemikir. “Tan” yang artinya tidak, dan “tular” artinya terpengaruh. Maka empu
tantulat adalah seorang cendekiawan yang berdiri tanpa pengaruh dari siapapun
dan bagaimanapun
Pengertian Bhineka Tunggal
Ika sendiri adalah Bhineka (beragam), Tunggal (satu), ika (itu) sendiri adalah
semboyan bangsa dan negara yang tepampang jelas dibawah lambang negara
indonesia (burung garuda). Landasan mengangkat semboyan ini adalah begitu
banyaknya suku, ras, dan agama yang terdapat di Negara Indonesia ini.
Selama ini sifat nasioalisme
kita kurang operasional atau hanya berhenti pada tataran konsep dan slogan
politik. Nasionalisme bisa berfungsi sebagai pemersatu suku, tetapi perku
secara operasional sehingga mampu memenuhi kebutuhan objektif setiap warga
dalam suatu negara-bangsa.
Agar tujuan bisa terealisasikan
adalah perlunya kader-kader bangsa yang berjiwa nasionalis, dan menghendaki
perbedaan-perbedaan dan menghargainya. Dan dari situlah akan tercipta suatu
keharmonisan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar