Selasa, 01 Oktober 2013

NASIONALISME


KE-BHINEKA TUNGGAL  IKA-AN

 
Kita sering mendengar kata “BHINEKA TUNGGAL IKA” namun tak semua bisa memahami arti kata tersebut.  Menurut suhandi sigit dalam buku MPR RI (2009:181) kalimat ini ditemukan dalam kitab klasik karangan Empu Tantular “sutasoma”. Empu tantular sendiri adalah sebutan yakni “Empu” yang artinya cendekiawan atau pemikir. “Tan” yang artinya tidak, dan “tular” artinya terpengaruh. Maka empu tantulat adalah seorang cendekiawan yang berdiri tanpa pengaruh dari siapapun dan bagaimanapun

Pengertian Bhineka Tunggal Ika sendiri adalah Bhineka (beragam), Tunggal (satu), ika (itu) sendiri adalah semboyan bangsa dan negara yang tepampang jelas dibawah lambang negara indonesia (burung garuda). Landasan mengangkat semboyan ini adalah begitu banyaknya suku, ras, dan agama yang terdapat di Negara Indonesia ini.

Selama ini sifat nasioalisme kita kurang operasional atau hanya berhenti pada tataran konsep dan slogan politik. Nasionalisme bisa berfungsi sebagai pemersatu suku, tetapi perku secara operasional sehingga mampu memenuhi kebutuhan objektif setiap warga dalam suatu negara-bangsa. 

Agar tujuan bisa terealisasikan adalah perlunya kader-kader bangsa yang berjiwa nasionalis, dan menghendaki perbedaan-perbedaan dan menghargainya. Dan dari situlah akan tercipta suatu keharmonisan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar